Mendes Yandri Harap Kerja Sama Pembangunan Desa RI-China Ditingkatkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong peningkatan kerja sama pembangunan desa antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam pertemuan dengan delegasi Tiongkok yang dipimpin Wakil Menteri Pertanian dan Perdesaan China, kolaborasi ini difokuskan pada inovasi, peningkatan kapasitas SDM, dan pengembangan ekonomi desa. Tantangan utama meliputi tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 11,34 persen, 10.000 desa belum terhubung listrik, dan 45 persen desa rentan bencana alam.
Kerja sama dilakukan melalui pendekatan Octahelix Collaboration yang melibatkan berbagai pihak. Program seperti Benchmarking Study dan Seminar diharapkan memperkuat kapasitas kepala desa, sementara Pemuda Bangun Desa memberi kesempatan pemuda belajar di Tiongkok. Kemendes PDT juga membuka peluang investasi swasta dan pengembangan ekonomi desa termasuk pengolahan produk unggulan desa.
Kedua negara sepakat menyempurnakan draft MoU dan memperkuat kolaborasi melalui Global Poverty Alleviation and Rural Development Partnership (GPPAD). China menyatakan dukungan terhadap target penghapusan kemiskinan Indonesia sebelum 2029, serta mengundang perusahaan China untuk berinvestasi di sektor pertanian Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Alokasi Dana Desa RAPBN 2027 Naik Rp21,7 T: Fokus Garap KDMP
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.50
Kerangka Jembatan Program Bang Andra Roboh, 2 Orang Jadi Korban
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.55
Soroti RAPBN 2027, Pengusaha Ingatkan Pemerintahan Prabowo-Desak Ini
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.40
Jateng Bikin Gebrakan Entaskan Kemiskinan, Berdayakan Pemuda Prasejahtera
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 17.01