Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Mendikbdsmen Minta Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau Terapkan PJJ

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam jumpa pers daring, Mu'ti menyatakan bahwa daerah yang dianggap tidak aman sebaiknya tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun, ia menekankan agar kebijaman PJJ tetap mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Menurutnya, Kemendikdasmen belum dapat menentukan daerah terdampak secara langsung karena data dari BNPB masih menunjukkan bahwa abu vulkanik masih bergerak dinamis sesuai arah angin. Keselamatan para siswa dan pendidik menjadi prioritas utama, sehingga jika suatu wilayah dianggap berbahaya, proses belajar mengajar tidak boleh dilakukan secara langsung.

Sebagai langkah pencegahan, Mu'ti juga menyarankan agar sekolah tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas seperti olahraga, dan kegiatan di dalam kelas dilakukan dengan ketat agar debu vulkanik tidak masuk ke dalam ruangan. Jika memungkinkan, kegiatan tetap dapat dilanjutkan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam (4/9) hingga Minggu (6/9) telah menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah seperti Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin, BMKG melaporkan bahwa sebaran abu vulkanik terbagi menjadi dua arah: pertama ke arah timur laut-selatan meliputi sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya; kedua ke arah barat daya-barat laut meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, hingga Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait