Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Mendikdasmen Minta Pembelajaran SMK Tetap Berjalan Selama PKL

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak boleh menjadi alasan proses pembelajaran terhenti. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pembelajaran, termasuk melalui pendekatan fleksibel seperti pembelajaran asinkron, agar siswa dapat mengakses materi dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Menurutnya, pengalaman PKL harus dianggap bagian dari proses pembelajaran, di mana siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan di dunia kerja nyata, termasuk keterampilan teknis, disiplin, komunikasi profesional, dan keselamatan kerja.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi tetap penting selama masa PKL. Kemampuan literasi diperlukan untuk membaca prosedur kerja, memahami petunjuk teknis, menyusun laporan, dan berkomunikasi dengan pembimbing. Sementara numerasi digunakan untuk menghitung kebutuhan bahan, menentukan ukuran, membaca grafik, menghitung biaya, dan membandingkan hasil pekerjaan. Kemampuan ini tidak hanya mendukung nilai akademik, tetapi juga berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMK Tahun 2025 menunjukkan rata-rata capaian siswa masih rendah, dengan Matematika 34,84, Bahasa Inggris 22,69, dan Bahasa Indonesia 53,68. Data ini memperkuat kebutuhannya untuk memastikan dukungan pembelajaran tetap tersedia saat siswa berada di lokasi PKL. Abdul Mu'ti menyarankan penggunaan pembelajaran asinkron sebagai solusi fleksibel, dengan guru menyediakan video, modul, tugas, dan jurnal refleksi yang dapat dikerjakan sesuai jadwal. Ia menekankan bahwa fleksibilitas tidak berarti tanpa arahan, dan peran guru tetap penting dalam menetapkan tujuan, memantau perkembangan, dan memberikan umpan balik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait