Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pesawat? Ini Dampaknya pada Mesin dan Penerbangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi pesawat karena mudah masuk ke mesin jet. Abu berukuran kecil tidak terdeteksi radar cuaca, sehingga pesawat berusaha menghindarinya. Abu mengandung silikat dengan titik leleh 1.100 derajat Celsius, lebih rendah dari suhu turbin 1.400 derajat. Abu meleleh, menempel pada bilah turbin, dan menyebabkan engine surge, flame-out, bahkan mesin mati total. Abu juga bersifat abrasif, mengikis komponen turbin dan mengurangi masa pakai mesin serta efisiensi jangka panjang. Abu mengikis bagian luar pesawat termasuk kaca kokpit, mengurangi visibilitas pilot. ICAO memiliki 9 Pusat Konsultasi Abu Vulkanik (VAAC) untuk memantau awan abu, namun informasi tidak mencakup ukuran partikel atau kepadatan, sehingga risiko sulit dipastikan dan penerbangan sering dibatalkan demi keselamatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.57
Kepala BNPB: Per Hari Ini, Erupsi Gunung Anak Krakatau Sudah Menurun
Detik.com · 7 September 2026 pukul 13.21
Apakah Bandara Soetta Masih Ditutup? Cek Info Terbaru Imbas Erupsi Anak Krakatau
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.01
Bandara Husein Sastranegara Masih Belum Beroperasi Imbas Abu Vulkanik
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 06.15
Ramai-ramai Media Asing Sorot Anak Krakatau Erupsi, Katakan Ini
Berita terkait
4 Bandara Ini Masih Ditutup hingga Senin Pagi Imbas Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 7 September 2026 pukul 02.22
Penutupan bandara dampak Gunung Anak Krakatau diperpanjang sampai pukul 23.59 WIB
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 20.56
Alasan Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Pesawat
kumparan · 6 September 2026 pukul 14.13
Bandara Soetta Tutup Sampai 17:30 WIB, Ratusan Penerbangan Batal
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.41