Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan dan Asal Usul Mitosnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mitos bahwa bulan Safar membawa kesialan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Bulan ini merupakan bulan kedua dalam kalender hijriah, dengan Safar 1448 H jatuh pada 15 Juli 2026 versi Muhammadiyah dan 16 Juli 2026 versi Kementerian Agama. Penamaan 'Safar' sendiri memiliki akar sejarah yang kuat dalam budaya Arab kuno.
Menurut para ulama seperti Imam Ibnu Katsir, kata 'Safar' diambil dari kondisi rumah-rumah yang sepi karena penduduknya keluar untuk berperang atau melakukan perjalanan. Ibnu Manzhur menjelaskan lebih rinci bahwa pada bulan ini, masyarakat Arab biasa memanen seluruh tanaman, mengosongkan lahan, dan menyerang kabilah tetangga, sehingga daerah menjadi sunyi dan kosong. Kondisi inilah yang kemudian dihubungkan dengan nasib buruk.
Meskipun demikian, anggapan bahwa Safar selalu membawa musibah berlebihan adalah sebuah mitos. Faktanya, bulan ini hanyalah bagian dari siklus kalender dengan sejarah unik yang perlu dipahami secara rasional.
Bagikan
Berita terkait
Fadli Zon Jelaskan Rekaman Proklamasi Sukarno Direkam Tahun 1951: Bukan Hari H
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 18.07
Dear Cinta
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.06
Ayu Heni Rosan dan Lestari Moerdijat Raih Anugerah Soekasada 2026
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 23.29
Benarkah Amalan Rebo Wekasan untuk Tolak Bala?
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 11.58