Mengawal Ketahanan Pangan lewat Inovasi Instrumen Pengawasan Early Warning System Jaga Desa Kejaksaan Terintegrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas dalam agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dengan fokus pada swasembada pangan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Distribusi pupuk bersubsidi harus terlaksana tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan sesuai ketentuan untuk mendukung tujuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang efektif, transparan, dan mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini. Kejaksaan RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen menghadirkan Instrumen Pengawasan Early Warning System (EWS) Jaga Desa Kejaksaan RI Terintegrasi sebagai inovasi untuk memperkuat pengawasan. Sistem ini mengintegrasikan data lintas instansi dan memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan distribusi pupuk dapat berjalan sesuai ketentuan, mencegah penyimpangan, dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 09.52
Kawal Ketahanan Pangan, Kejagung Luncurkan Early Warning System Jaga Desa
Berita terkait
Pendataan e-RDKK 2027 Dibuka hingga 25 Oktober, Kementan Pastikan Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 13.54
SUCOFINDO Sorot Dua Isu Strategis RI, Ada Program Prabowo
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 10.35
Pupuk Indonesia Dukung Percepatan Swasembada Bawang Putih
CNN Indonesia · 20 September 2026 pukul 14.23
Daftar BUMN Terima CNN Indonesia Awards, Ada Juara Ketahanan Pangan
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 08.10