Mengawal Ketahanan Pangan lewat Inovasi Instrumen Pengawasan Early Warning System Jaga Desa Kejaksaan Terintegrasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas dalam agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dengan fokus pada swasembada pangan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Distribusi pupuk bersubsidi harus terlaksana tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, dan sesuai ketentuan untuk mendukung tujuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang efektif, transparan, dan mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini. Kejaksaan RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen menghadirkan Instrumen Pengawasan Early Warning System (EWS) Jaga Desa Kejaksaan RI Terintegrasi sebagai inovasi untuk memperkuat pengawasan. Sistem ini mengintegrasikan data lintas instansi dan memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat dalam mengawal distribusi pupuk bersubsidi. Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan distribusi pupuk dapat berjalan sesuai ketentuan, mencegah penyimpangan, dan mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 09.52
Kawal Ketahanan Pangan, Kejagung Luncurkan Early Warning System Jaga Desa
Berita terkait
Polres Bogor Juara 2 Inovasi Ketahanan Pangan, Raih Penghargaan dari Kapolri
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.40
Kapolri Anugerahi Pemenang Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 22.09
Perbaikan Tata Kelola dan Modernisasi Pertanian demi Ketahanan Pangan
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.25
Bripda Putra Ciptakan Pupuk Ramah Lingkungan, Wakapolri: Harus Diberi Ruang Berkembang
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 18.04