Mengenal Berbagai Penyakit dan Infeksi akibat Gigitan Kutu serta Cara Mencegahnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gigitan kutu bukan hanya menyebabkan gatal kulit, tetapi menjadi vektor penyakit menular seperti Penyakit Lyme, Rickettsia, Babesiosis, dan Francisella. Penyakit Lyme ditularkan oleh kutu berkaki hitam melalui bakteri Borrelia burgdorferi, menyebabkan ruam bull's-eye rash dan komplikasi pada sendi, jantung, serta saraf. Rickettsia rickettsii menyebabkan demam tinggi dan ruam di pergelangan sebelum menyebar. Babesiosis ditularkan oleh parasit pada sel darah merah, mirip dengan malaria, terutama berisiko pada penderita dengan sistem kekebalan lemah. Francisella tularensis menyebabkan luka terbuka (ulkus) dan pembengkakan kelenjar. Pencegahan meliputi pemeriksaan kutu pada hewan peliharaan, penggunaan repellent, dan penarikan kutu dengan pinset secara perlahan. Segera konsultasi jika muncul demam, sakit kepala, atau ruap setelah gigitan.
Bagikan
Berita terkait
Perbedaan Kutu Kasur dan Kutu Pembawa Penyakit Lyme: Gejala & Risiko
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 22.20
Bahaya Gigitan Kutu Kasur pada Anak: Gejala, Risiko Infeksi, dan Cara Mengatasinya
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 22.40
Tim Perawat Mayapada Hospital Unjuk Gigi di Forum Asia Pasifik
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 10.54
Justin Timberlake Tampil Lagi setelah Hampir 7 Bulan, Muncul di Konser Don Toliver
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 16.15