Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal Sesar Cugenang Cianjur: Penemuan, Jalur, dan Potensi Bahaya Gempa Bumi

Gempa bumi magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 lalu menyebabkan BMKG mengidentifikasi patahan aktif baru bernama Sesar Cugenang. Awalnya, gempa ini diduga dipicu oleh Sesar Cimandiri atau Sesar Nyalindung-Cibeber. Namun, setelah analisis focal mechanism dan sebaran aftershocks, BMKG menemukan pola yang tidak sesuai dengan jalur sesar yang sudah ada. Melalui survei lapangan yang melibatkan pemetaan retakan permukaan, sebaran kerusakan bangunan, dan penggunaan teknologi pemantauan presisi, BMKG memastikan keberadaan patahan baru di wilayah Kecamatan Cugenang. Penemuan ini diumumkan secara resmi pada akhir tahun 2022 untuk memberikan kepastian zona aman bagi rekonstruksi bangunan.

Sesar Cugenang membentang melintasi beberapa desa, termasuk Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Talaga, dan Desa Nagrak. Keberadaan sesar ini membawa risiko tinggi, terutama bagi bangunan yang berada tepat di atas jalur patahan. BMKG dan BNPB telah menetapkan "Zona Terlarang" atau zona merah di sepanjang jalur Sesar Cugenang dengan radius aman 200 hingga 500 meter dari as patahan. Di zona ini, masyarakat dilarang membangun kembali hunian permanen. Pemerintah menyarankan agar lahan di zona merah dialihfungsikan menjadi area non-hunian seperti ruang terbuka hijau, lahan pertanian, atau hutan kota untuk meminimalisir korban jiwa di masa depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait