Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menggerakkan Mesin Teknokratis NU

NU tidak mengalami krisis anggota atau legitimasi, dengan 57,2% populasi muslim Indonesia (sekitar 145 juta orang) mengidentifikasi diri sebagai Nahdliyin. Survei Alvara Research Center 2025 membuktikan organisasi ini memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. Namun, sebagai jam'iyah, NU dinilai belum optimal dalam menggerakkan agenda strategis nasional dan terkadang terlihat kehabisan napas, sehingga perlu 'mesin baru' untuk mencapai target idealnya.

NU tidak kekurangan warga, tokoh, atau SDM, tetapi kekurangan orkestrasi ekosistem teknokratik. Organisasi ini perlu menggabungkan energi strategis dan teknokratis untuk menjadi instrumen transformasi yang lebih berdampak. Selama satu abad pertama, kekuatan NU bergantung pada modal sosial yang menjaga kestabilan negara. Namun, persaingan global kini tidak lagi ditentukan oleh kuantitas, melainkan kemampuan membangun ekosistem bangsa secara utuh dari hulu ke hilir.

NU perlu mempercepat transformasi dari modal sosial ke modal yang lebih strategis dan teknokratis. Dengan memiliki banyak pemain hebat, organisasi ini harus menciptakan 'simfoni besar' yang menghubungkan semua elemen dalam satu arah pembangunan yang lebih maslahah dan terukur. Langkah ini penting agar NU tetap relevan dan dapat berkontribusi secara optimal dalam menghadapi tantangan modern yang semakin kompleks.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait