Mengukur Kekuatan Nobara Kugisaki, Jadi Penentu Pertarungan Akhir di Jujustu Kaisen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nobara Kugisaki, penyihir tingkat 3 yang direkomendasikan ke tingkat 1, terbukti menjadi faktor penentu di pertarungan akhir Jujutsu Kaisen melawan Ryomen Sukuna. Berbeda dengan penyihir lain yang mengandalkan kekuatan fisik atau perluasan domain, keunggulan Nobara terletak pada Straw Doll Technique (Teknik Boneka Jerami) yang menggunakan palu, paku, dan boneka jerami dialiri energi kutukan. Filosofi bertarungnya memanfaatkan koneksi jiwa, membuat jarak bukan penghalang selama ia memiliki bagian tubuh atau objek terhubung dengan target.
Inti keberhasilan Nobara adalah teknik Resonance. Kemampuan ini memungkinkan serangan pada "bagian" lawan (seperti jari-jari Sukuna yang tersebar sebagai benda terkutuk) untuk memberikan dampak pada "keseluruhan" tubuh lawan. Setelah absen lama pasca insiden Shibuya, kembalinya Nobara di momen krusial memungkinkan para penyihir menyerang Sukuna dari jarak jauh. Intervensi Resonance-nya pada jari terakhir Sukuna menciptakan celah bagi Yuji Itadori untuk memberikan pukulan penentu, membuktikan kompatibilitas teknik lebih vital dari total energi kutukan.
Peran Nobara melampaui sekadar pendukung trio utama. Ia menjadi simbol ketangguhan dan kecerdikan strategis, menjembatani harapan para penyihir dengan realitas kemenangan. Analisis berbasis alur manga hingga bab terakhir menunjukkan Nobara sebagai variabel tak terduga yang menentukan nasib dunia Jujutsu.
Bagikan
Berita terkait
Profil Ryomen Sukuna, Raja Kutukan di Jujustu Kaisen
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 23.10
Rexus Boyong Perangkat Edisi Spesial Jujutsu Kaisen ke AFA ID 2026
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 14.00
SBY Absen di Istana karena Medical Check-up, Ibas Wakili Keluarga
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 15.15
Yayasan Pesantren Indonesia Minta Kejari Indramayu Segera Eksekusi Pengembalian Aset dan Dana
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 15.13