Mengurai Beban Medis Warga Akibat Timbunan Sampah Overload di TPA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

TPA Sumur Batu di Kota Bekasi, yang melayani lebih dari 2,5 juta warga, kini berada di ambang batas kapasitasnya dengan volume sampah harian mencapai 1.500 hingga 1.800 ton. Sistem pembuangan terbuka (open dumping) selama bertahun-tahun di lahan seluas 15,8 hingga 22 hektare ini menyebabkan timbunan sampah terus menumpuk, melebihi kapasitas maksimal. Akibatnya, warga sekitar terpapar risiko kesehatan yang meningkat setiap hari. Bau menyengat dari hidrogen sulfida, amonia, dan senyawa organik volatil justru dapat memicu mual dan muntah. Sementara diare sering terjadi melalui jalur fekal-oral akibat air sumur atau makanan yang tercemar oleh lindi dari tumpukan sampah. Gangguan pencernaan, termasuk sakit perut dan diare, menjadi keluhan umum, terutama ketika populasi lalat meningkat dan menyebarkan kuman ke makanan. Masalah kulit seperti gatal-gatal juga sering dialami oleh warga yang bersentuhan langsung dengan sampah atau air lindi. Selain itu, tumpukan sampah terbuka menjadi habitat bagi tikus dan ular berbisa seperti kobra, yang pernah menggigit seorang warga di dalam rumahnya. Warga yang terpapar jangka panjang berpotensi mengembangkan toleransi terhadap pencemaran, namun kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil tetap berisiko tinggi. Pengelolaan sampah, sanitasi, dan perlindungan khusus bagi warga sekitar TPA menjadi penting untuk mengurangi dampak kesehatan yang terus-menerima.
Bagikan
Berita terkait
Bali Darurat Sampah, Sekda Dewa Indra Minta Desa Adat Bergerak Via Awig-awig
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 22.37
Ketua DPD RI Dorong Bali Jadi Pelopor Tata Kelola Sampah Berbasis Masyarakat
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 20.42
Tinjau Pembangunan Puskesmas Glugur Darat, Rico Waas Targetkan Rampung Desember
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 20.30
Tren kasus pneumonia di Jakbar naik drastis pada triwulan ketiga 2026
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 20.05