Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengurai Beban Medis Warga Akibat Timbunan Sampah Overload di TPA

TPA Sumur Batu di Kota Bekasi, yang melayani lebih dari 2,5 juta warga, kini berada di ambang batas kapasitasnya dengan volume sampah harian mencapai 1.500 hingga 1.800 ton. Sistem pembuangan terbuka (open dumping) selama bertahun-tahun di lahan seluas 15,8 hingga 22 hektare ini menyebabkan timbunan sampah terus menumpuk, melebihi kapasitas maksimal. Akibatnya, warga sekitar terpapar risiko kesehatan yang meningkat setiap hari. Bau menyengat dari hidrogen sulfida, amonia, dan senyawa organik volatil justru dapat memicu mual dan muntah. Sementara diare sering terjadi melalui jalur fekal-oral akibat air sumur atau makanan yang tercemar oleh lindi dari tumpukan sampah. Gangguan pencernaan, termasuk sakit perut dan diare, menjadi keluhan umum, terutama ketika populasi lalat meningkat dan menyebarkan kuman ke makanan. Masalah kulit seperti gatal-gatal juga sering dialami oleh warga yang bersentuhan langsung dengan sampah atau air lindi. Selain itu, tumpukan sampah terbuka menjadi habitat bagi tikus dan ular berbisa seperti kobra, yang pernah menggigit seorang warga di dalam rumahnya. Warga yang terpapar jangka panjang berpotensi mengembangkan toleransi terhadap pencemaran, namun kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil tetap berisiko tinggi. Pengelolaan sampah, sanitasi, dan perlindungan khusus bagi warga sekitar TPA menjadi penting untuk mengurangi dampak kesehatan yang terus-menerima.

Berita terkait