Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menhut Tinjau Penanganan Karhutla di Kalteng, Soroti Gambut yang Makin Kering

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Camp Peat Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Saat peninjauan, tinggi muka air gambut terukur sekitar -0,99 meter, jauh di bawah ambang aman idealnya yaitu di atas -0,4 meter, sehingga berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran. Raja Juli menanam pohon ulin di persemaian dan memeriksakan alat pengukur air gambut otomatis. Ia menyampaikan apresiasi kepada petugas gabungan yang terlibat, termasuk TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan Manggala Agni, serta menekankan pentingnya komunikasi cepat dan kolaborasi lintergudang dalam penanganan karhutla.

BMKG melaporkan Kalimantan Tengah sedang berada pada periode puncak musim kemarau, berlangsung hingga September, dengan hujan diperkirakan kembali meningkat pada awal Oktober. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilakukan beberapa kali, namun hasilnya belum optimal karena intensitas hujan yang rendah. El Nino datang lebih awal dari siklus sebelumnya, menjadi indikasi nyata dampak perubahan iklim. BNPB menyampaikan dukungan operasional melalui armada udara seperti helikopter patroli dan water bombing, namun aktivitas ini terhambat akibat asap yang tebal di sejumlah lokasi.

Raja Juli mengatakan akan mengkoordinasikan kebutuhan di lapangan seperti penambahan sumur bor, dukungan water bombing, dan pelaksanaan OMC dengan kementerian terkait. Ia juga menyerahkan bantuan perlengkapan pemadam kepada Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk mesin jinjing, selang pemadam, dan perlengkapan pribadi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam melawan karhutla.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait