Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Atasi Kebakaran Hutan, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat sebagai Ujung Tombak

Pemerintah menetapkan operasi satgas darat sebagai ujung tombak penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas di Kalimantan dan Sumatera. Enam provinsi tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, yang dipilih karena tingginya risiko karhutla. Berdasarkan prediksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), puncak risiko karhutla diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pantauan titik panas dan pencemaran asap pada 1-20 Agustus 2026 menunjukkan adanya sebaran asap yang melewati batas negara, yakni ke Malaysia sejak 6 Agustus. Fenomena El-Nino yang diprakirakan terjadi hingga awal 2027 diperkirakan memicu cuaca yang lebih kering dan memperpanjang musim kemarau, berpotensi memperparah ancaman karhutla. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan hingga akhir Agustus akibat minimnya pertumbuhan awan hujan, sehingga penanganan karhutla saat ini hanya mengandalkan operasi satgas darat dan udara. Satgas udara berperan mendukung dengan 13 helikopter atau pesawat patroli dan 25 water bombing, yang dapat digunakan secara hibrid sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga menegaskan akan mencabut peraturan daerah yang masih membenarkan pembukaan lahan dengan metode pembakaran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait