Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menhut Tinjau Penanganan Kebakaran Bromo, Maksimalkan Penggunaan Water Bombing

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam tinjauan tersebut, ia memastikan penggunaan helikopter water bombing dilakukan secara maksimal hingga api benar-benar padam. Raja Juli didampingi oleh perwakilan TNBTS, TNI, Polri, dan kepala daerah setempat. Beberapa titik kebakaran masih aktif, termasuk di Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Water bombing dianggap strategi penting karena beberapa titik api sulit dijangkau dari darat.

Cuaca yang mendukung, seperti kondisi udara yang baik dan langit yang cermerah, memungkinkan operasi water bombing berjalan lebih efisien. Pada hari pertama, helikopter dapat melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari. Raja Juli menyatakan bahwa operasi akan berlanjut hingga api padam sepenuhnya.

Berdasarkan data sementara, luas area yang terbakar di Gunung Bromo mencapai sekitar 520 hektare, dengan 300 hektare terbakar pada malam sebelumnya. Untuk mendukung proses pemadaman, empat akses utama ke kawasan Bromo dari Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup secara total hingga waktu tidak ditentukan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait