Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Menjadi Arsitek Nalar

Artikel ini membahas transformasi peran guru di era kecerdasan buatan (KA). Dengan kemampuan KA menjawab pertanyaan dalam hitungan detik, nilai ekonomi dari sekadar 'tahu jawaban' semakin berkurang. Guru perlu beralih dari menjadi sumber pengetahuan menjadi penuntun cara berpikir atau 'arsitek nalar'. Pembelajaran harus fokus pada literasi, numerasi, dan penalaran kritis, bukan hafalan. Kementerian Pendidikan mendorong pembelajaran mendalam yang reflektif, bermakna, dan kolaboratif. Namun, perubahan kebijakan belum otomatis mengubah praktik kelas. Di daerah seperti Pidie dan Aceh, banyak guru masih menggunakan metode ceramah tradisional yang kini tidak efektif. KA dapat memperkuat nalar siswa jika digunakan secara bijak, tetapi justru memperlebar kesenjataan jika siswa hanya mengandalkannya untuk mencari jawaban tanpa pemahaman. Sistem penilaian perlu beralih dari mengukur kebenar-salah ke proses bernalar siswa. Guru tetap penting karena pendidikan bukan sekadar soal jawaban cepat, tetapi tentang menumbuhkan kemampuan bertanya, memahami, meragukan, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait