Menjaga Napas, Jiwa, dan Kehidupan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia setiap tahun mengancam jutaan orang dengan kabut asap pekat yang membawa partikel PM2,5, karbon monoksida, dan senyawa beracun. Krisis ini tidak hanya mengancam kesehatan fisik melalui ISPA, asma, dan bronkitis, tetapi juga menimbulkan stres mental (jiwa) serta mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat. Untuk mitigasi, warga harus menggunakan masker N95/KN95, menutup ventilasi rumah, menggunakan pemurni udara HEPA, dan membersihkan rumah dengan kain basah. Di luar rumah, penting menghidrasi diri, konsumsi makanan kaya antioksidan, serta mencari pertolongan medis bila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala lain yang parah. Panduan ini disampaikan oleh Ketua Umum PB IDI periode 2012-2015 untuk melindungi kesehatan selama kejadian asap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 12.11
Imbas Karhutla, Pelajar SMA di Kalbar Belajar Daring Mulai 24-28 Agustus
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 10.25
Soal Karhutla di Kalimatan, Sekjen PKS Ungkit Keselamatan Rakyat dan Penegakan Hukum
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.46
Asap Karhutla Selimuti Riau, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruang
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 13.00
Kemenkes: 3 Juta Lebih Warga RI Kena Asap Karhutla, Kasus ISPA Meroket
Berita terkait
Warga Banjarbaru Kalsel Berbondong-bondong Ngungsi buntut Karhutla
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 09.40
Pemerintah Terus Mitigasi Karhutla, Prabowo: Kita Hentikan Perluasan Titik Api
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 23.48
Presiden Prabowo Apresiasi Personel Penanganan Karhutla di Kalimantan
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 21.33
Setelah Mitigasi Karhutla di Riau, Besok Menteri Jumhur Terbang ke Kalimantan
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 20.24