Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Ketua PWNU DKI Jakarta Ajak Cegah Politik Transaksional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua PWNU DKI Jakarta KH. Samsul Ma’arif mengajak seluruh pihak untuk mencegah praktik politik transaksional menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi bertema "Setop Politik Transaksional di Muktamar NU" di Jakarta Pusat, yang turut dihadiri kiai sepuh Pesantren Tebuireng KH Musta’in Syafi’ie, Direktur Parameter Indonesia Adi Prayitno, serta CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.
Menurut Samsul Ma’arif, penerapan mekanisme ahlul halli wal ‘aqdi (AHWA) dapat menjadi langkah efektif guna menekan potensi politik uang. Ia meyakini para anggota AHWA memiliki integritas tinggi dan tidak mudah dipengaruhi suap secara langsung. Kendati demikian, seluruh pihak diminta tetap waspada terhadap berbagai celah kecurangan yang mungkin terjadi di luar sistem pemilihan resmi.
Kewaspadaan tersebut ditujukan kepada pihak-pihak di sekitar calon, termasuk perantara atau kerabat kiai yang berpotensi memfasilitasi transaksi politik terselubung. Selain mengantisipasi perantara bagi anggota AHWA, Samsul turut menyoroti isu pemberian uang transportasi agar tidak disalahgunakan sebagai sarana politik transaksional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.53
Jelang Muktamar NU, Ma’ruf Amin Minta Jangan Ada Transaksi dalam Pemilihan AHWA
Berita terkait
Ucapkan Selamat Kepada Gus Kikin, Ketum Logis 08 Berharap PBNU Makin Kokoh Jaga Persatuan Bangsa
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 15.25
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ternyata Punya Latar Belakang Pebisnis
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.44
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Terpilih Jadi Ketum PBNU
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.01
Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 09.59