Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jelang Muktamar NU, Ma’ruf Amin Minta Jangan Ada Transaksi dalam Pemilihan AHWA

Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin, meminta agar proses pemilihan Ahlul Halli Wal ’Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak melibatkan transaksi maupun mobilisasi dukungan. Dalam pertemuan tertutup dengan sejumlah ulama sepuh NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (20/8), Ma’ruf menekankan bahwa AHWA sebagai forum musyawarah untuk memilih Rais Aam harus dilakukan berdasarkan hati nurani dan mewakili ulama yang memiliki kapasitas serta integritas.

Menurut Ma’ruf, pemilihan AHWA tidak boleh diarahkan menjadi paket pesanan yang disertai transaksi atau pembayaran. Ia membedakan antara praktik transaksional yang dilarang dengan pemberian atau ‘salam tempel’ dalam konteks tabarruk yang tidak memiliki motivasi lain. Praktik transaksional yang bertujuan memobilisasi dukungan dengan imbalan keuangan justru dapat mengancam legitimasi hasil Muktamar.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah kiai sepuh secara langsung maupun melalui Zoom, termasuk KH Anwar Manshur, KH Ubab Maimoen, KH Mustofa Bisri, Said Aqil Siroj, dan KH Idris Hamid, serta KH Ali Akbar Marbun, KH Muhtadi Dimyati, KH Haris Shodaqoh, KH Nuruzzahri, dan KH Ahmad Syatibi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait