Menkes: Ibu Hamil hingga Pasien Patah Tulang Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) menyebabkan banyak korban, sehingga pemerintah mengutamakan penanganan untuk ibu hamil, pasien patah tulang, dan mereka yang membutuhkan cuci darah. Salah satu kasus kritis terjadi di Nagekeo, di mana seorang ibu hamil mengalami komplikasi berat namun RSUD Nagekeo tidak dapat beroperasi akibat kerusakan akibat gempa. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengirimkan ambulans untuk mengevakuasi pasien ke RSUD Borong yang berjarak dua jam, dengan koordinasi dari pemerintah daerah. Untuk mempercepat respons, Kementerian Kesehatan membentuk Health Emergency Operation Center (HEOC) di tingkat pusat hingga kabupaten/kota guna mengidentifikasi korban dan memantau kondisi dua kali sehari. HEOC juga bertugas mendata kerusakan fasilitas kesehatan, termasuk enam puskesmas rusak berat, puluhan puskesmas rusak sedang, dan dua rumah sakit dengan kerusakan parah, termasuk RSUD Nagekeo yang saat ini tidak beroperasi dan digantikan dengan rumah sakit lapangan berupa tenda yang diproyeksikan tiba dalam satu hingga dua hari ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 08.13
Kemenkes siagakan 9 HEOC, pastikan penanganan kesehatan pascagempa NTT
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 07.58
Tak Ada Lagi Laporan Orang Hilang Pascagempa NTT
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 05.25
Update Gempa NTT: 68 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.56
Pemerintah Belum Buka Pintu Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT
Berita terkait
PKS Dorong Korban Gempa NTT dan Nakes Diberi Layanan Kesehatan Mental
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.30
Komisi IX Dukung Percepatan Perbaikan Faskes Wilayah Terdampak Gempa NTT
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 13.50
Gempa Susulan di NTT Terus Terjadi, Ini Data Terbarunya
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 08.06
Update Korban Gempa NTT: 135 Orang Meninggal, 98.986 Rumah Rusak
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 17.44