Menko Zulhas sebut akan tambah kebun tebu untuk program E20
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan pemerintah akan menambah luas kebun tebu untuk mendukung program bahan baku nabati (BBN) bioetanol E20, tanpa mengganggu ketahanan pangan terutama pasokan gula. Menurutnya, bahan baku E20 tidak hanya berasal dari tebu, tetapi juga bisa memanfaatkan singkong dan bahan lainnya. Namun, jika pasokan bahan baku E20 masih mengandalkan tebu, pasokannya dianggap belum mencukupi sehingga perlu membuka kebun tebu baru.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia tidak perlu mengimpor produk bahan bakar minyak (BBM) jika menerapkan campuran bioetanol 50 (E50). Namun, pemerintah tidak ingin kebutuhan etanol untuk program E50 bergantung pada impor dari luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan kebijakan secara bertahap agar produksi etanol dapat didukung oleh produksi dalam negeri.
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menyiapkan lahan tebu seluas 2 juta hektare untuk produksi etanol dalam program E20 selama dua tahun ke depan. Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Presiden juga menyuruh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk menyiapkan industri pendukung program E20 tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Subaru WRX STi Cherry Red Sport Khusus untuk Indonesia, Harga Rp 1,2 Miliar
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 16.41
Jelang MotoGP Mandalika 2026, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 16.40
BNI Tawarkan SBR015 Lewat wondr, Ada Cashback Hingga Rp15 Juta
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 16.40
Peralihan PPPK ke PNS Cukup Tes Observasi, Tak Perlu CAT
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 16.40