Menkomdigi ungkap peran IoT bangun ketahanan pangan di desa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa teknologi Internet of Things (IoT) dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan di desa. Digitalisasi harus diterapkan langsung di lapangan, termasuk di wilayah pedesaan, agar selaras dengan visi swasembada pangan Presiden. Salah satu contoh nyata adalah pemanfaatan sensor tanah bernama Jinawi di Desa Pengkok, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dengan sensor ini, petani dapat mengetahui kondisi tanah dan menentukan kebutuhan pupuk secara tepat. Penggunaan pupek diperkirakan turun dari 1.600 kilogram menjadi 750 kilogram per hektare, atau sekitar 53 persen lebih efisien.
Penerapan IoT juga dilakukan dalam budidaya ikan, seperti yang dilakukan oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cipancur Cimahi Farm Feed di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kelompok ini menggunakan aerator berbasis IoT untuk menjaga kadar oksigen di kolam ikan. Dengan 20 anggota, kelompok tersebut mampu menghasilkan sekitar 40 ton ikan nila dalam satu siklus panen. Selain itu, kelompok ini juga memasok sekitar 400 kilogram ikan nila per minggu untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sukabumi.
Menurut Meutya, penerapan teknologi digital perlu diperluas ke berbagai sentra produksi pangan di daerah agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan oleh masyarakat desa. Pengalaman petani di Sragen dan pembudidaya ikan di Sukabumi menjadi bukti bahwa IoT dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan dari tingkat desa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 11.44
Lahan 3 Hektare di Pelalawan Ditanami Jagung, Polisi Dukung Ketahanan Pangan
Berita terkait
Melihat Lagi Program Poliran Jenderal Suyudi dan Dampaknya untuk Ketahanan Pangan
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 10.11
PATS Diresmikan di Samosir, Vandiko Harap Produktivitas Petani Meningkat
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 14.20
Kisah SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.39
Produksi Beras September-November 2026 Berpotensi Turun
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 15.26