Menpar: Festival Golo Koe 2026 perkuat pariwisata berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Festival Golo Koe 2026 akan memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo dengan menggabungkan iman, tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat Manggarai. Dalam pembukaan festival di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Widiyanti mengingat pertanyaan Keuskupan Ruteng lima tahun lalu tentang bagaimana Labuan Bajo bisa berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai lokal. Menurutnya, kekuatan festival terletak pada kemampuannya menghadirkan Labuan Bajo secara lebih utuh kepada wisatawan, sambil menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam mempromosikan identitas daerah.
Pada penyelenggaraan 2025, Festival Golo Koe berhasil menarik lebih dari 45.000 wisatawan, melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, dan 1.473 tenaga kerja, dengan perputaran ekonomi sekitar Rp2,82 miliar. Widiyanti menyatakan bahwa ini adalah contoh pariwisata berkualitas di mana pengalaman wisatawan tumbuh seiring manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal. Pengakuan festival sebagai event unggulan nasional ini sejalan dengan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat setempat.
Widiyanti mengapresiasi kontribusi Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan seluruh pihak yang mendukung. Ia berharap festival akan terus mendampingi perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkembang bersama masyarakat dan tetap menjaga akar budaya.
Bagikan
Berita terkait
Gempa M7,7 Guncang NTT, Festival Golo Koe di Labuan Bajo Dihentikan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 10.35
Pria di Labuan Bajo Tipu Agen Wisata Kanada Rp 244 Juta: 22 Turis Telantar
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 17.07
Pesisir Labuan Bajo NTT Darurat Sampah, Kerusakan Pantai Makin Parah
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 15.42
FOTO: Bandara Komodo Tetap Beroperasi Terbatas Usai Gempa NTT
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 12.37