Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Sebut Investasi AI Bisa Capai 12 Miliar Dolar AS, Hilirisasi Tetap Jadi Andalan

Pemerintah Indonesia memproyeksikan investasi kecerdasan buatan (AI) mencapai 8 hingga 12 miliar dolar AS pada periode 2026 hingga 2030. Proyeksi ini muncul setelah Indonesia bergabung sebagai anggota pendiri World AI Collaboration Organization. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal ini dalam Sidang Pleno ISEI XXV dan Seminar Nasional ISEI 2026, menekankan bahwa AI membutuhkan infrastruktur data center yang mendukung. Proyeksi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencari sumber pertumbuhan baru di tengah ketidakpastian geopolitik dan proteksionisme global.

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, dengan inflasi mencapai 2,88 persen hingga Juli dan indeks keyakinan konsumen sebesar 119. Kredit perbankan naik 12,67 persen secara tahunan, sementara kredit investasi tumbuh 24,9 persen. Cadangan devisa pemerintah mampu menutupi impor selama 5,5 bulan. Di sektor teknologi, pemerintah menyiapkan tenaga kerja untuk industri semikonduktor melalui kerja sama dengan ARM, serta mendukung digitalisasi di sektor pertanian dan energi untuk program B50.

Pemerintah juga melanjutkan hilirisasi mineral, pengembangan baterai kendaraan listrik, dan penguatan kawasan industri serta Kawasan Ekonomi Khusus. Dalam perdagangan, Indonesia telah menandatangani 25 perjanjangan internasional termasuk CPTPP, dan proses aksesi ke OECD telah memasuki tahap technical review. Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pasar meski meningkatnya proteksionisme di berbagai negara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait