Video: Gali Potensi Mineral Kritis dan EBT, RI Incar Investor Teknologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia meningkatkan daya saing untuk menarik investasi raksasa teknologi global guna menghadapi persaingan dengan Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Langkah ini didorong oleh proyeksi pasar digital ASEAN yang dapat mencapai USD triliun pada 2030, memicu kebutuhan infrastruktur pusat data, cloud, dan ekosistem kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah memprioritaskan sektor semikonduktor dan ekonomi digital melalui penguatan infrastruktur, penyediaan energi baru terbarukan (EBT), serta hilirisasi mineral kritis. Saat ini, beberapa investasi telah terealisasi, termasuk Bytedance senilai Rp 730 miliar dan investasi perusahaan Timur Tengah di Batam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 15.06
JLL: Indonesia berpeluang jadi pusat data center regional
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.19
Modernisasi Membutuhkan Mitra Jangka Panjang
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.03
Prabowo dan Jalan Kebangkitan Indonesia
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Hilirisasi Jadi Fokus Investasi 2027, Rosan Bidik Sektor Nonmineral
Berita terkait
RI Kejar Kue Ekonomi Digital US$600 Miliar dari Kesepakatan ASEAN
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.55
Memperkuat Ekonomi Nasional, INTI 2026 Hubungkan 15 Sektor Teknologi Strategis
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.30
Prabowo Lantik Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 14.31
ADB Kucurkan US$ 650 Juta untuk Perkuat Pasar Keuangan Indonesia
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 11.00