Pejabat Tinggi Militer AS Jalani Tes Poligraf terkait Kebocoran Data Senjata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat tinggi militer AS menjalani tes poligraf sebagai bagian dari penyelidikan terkait kebocoran data senjata canggih. Langkah ini dilakukan setelah detail sensitif mengenai stok senjata AS beredar di media massa. Presiden Donald Trump dilaporkan sangat marah atas kebocoran tersebut, dengan kekhawatiran ada individu yang bertindak sebagai aset intelijen asing. Volume orang yang ditarik untuk pengujian dalam kasus ini dinilai sangat jarang terjadi, dengan beberapa puluh pejabat termasuk dari Komando Pusat AS (Centcom) dan komandan tempur lainnya yang menjalani tes pada awal musim panas ini. Pertanyaan dalam poligraf mendalami berbagai masalah terkait keamanan nasional, namun tidak ada pejabat yang gagal dalam pertanyaan yang dirancang untuk menentukan apakah mereka membocorkan informasi ke media. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa departemen tidak mengomentari masalah personel internal atau investigasi, namun menegaskan bahwa semua kebocoran informasi keamanan nasional ditanggapi dengan serius dan diselidiki sesuai prosedur. Penyelidikan ini terjadi beberapa minggu setelah pecahnya perang Iran, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah membentuk satuan tugas gabungan antara Pentagon dan Departemen Kehakiman untuk mengidentifikasi dan menuntut pembocor informasi sensitif. Hegseth memberikan wewenang luas kepada Kantor Penasihat Umum Pentagon untuk menuntut informasi, catatan, dan bantuan dalam investigasi kebocoran, dengan tenggat waktu respons hanya dua hari. Meskipun langkah agresif Hegseth dalam menggunakan poligraf bukan pertama kali terjadi, tidak semua pejabat senior termasuk dalam daftar yang dipoligraf, seperti Jenderal Dan Caine, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepala Staf Gabungan. Investigasi ini dilakukan secara internal oleh militer tanpa melibatkan FBI dalam proses tes poligraf.
Bagikan
Berita terkait
Petinggi Militer AS Peringatkan Pete Hegseth: Operasi Iran tidak Berkelanjutan
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.30
JD Vance Selidiki Dugaan Serangan AS terhadap Pesta Pernikahan di Iran
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.23
Komisi I DPR: Jangan Buru-buru Labeli 8 WNI Tentara Bayaran Rusia
kumparan · 4 September 2026 pukul 17.56
Alasan Keamanan, Merek-Merek Besar Desak AS Tolak Mobil China
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.18