Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentrans Sebut Transmigrasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Program transmigrasi nasional mengalami transformasi dari pemindahan penduduk menjadi strategi pembangunan kawasan. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menjelaskan bahwa pendekatan baru ini berfokus pada kebutuhan dan potensi daerah untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Indonesia Timur. Peran pemerintah pusat berubah menjadi fasilitator yang menghubungkan daerah dengan investor, teknologi, dan kerja sama internasional. Pemerintah daerah menjadi aktor utama dalam merancang pengembangan kawasan sesuai potensi wilayahnya.

Transformasi ini didukung oleh kolaborasi internasional, seperti dengan China, yang meninjau kawasan transmigrasi di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur untuk peluang investasi di sektor non-pertambangan, termasuk pertanian, pariwisata, dan pendidikan. Contoh nyata terlihat di Batam, yang mencatat pertumbuhan ekonomi 6,79% dan tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81% berkat kepastian hukum lahan dan ekosistem ekonomi terpadu yang menciptakan stabilitas sosial.

Sebagai bagian dari upaya ini, Tim Ekspedisi Patriot 2026 menerjunkan 1.476 akademisi ke kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, dan merumuskan rekomendasi pengembangan. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah transmigrasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait