Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Transmigrasi Tak Lagi Sekadar Pindahkan Penduduk, Ini Paradigma Barunya

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) kini mengarahkan kawasan transmigrasi tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pendekatan ini bertujuan menciptakan pekerjaan produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar bagi petani dan pelaku usaha lokal, serta menarik investasi asing. Menurut Prof. Soner Başkaya dari University of Glasgow, posisi politik Indonesia yang relatif netral, letak strategis pada jalur perdagangan global, dan kekayaan sumber daya alam seperti nikel menempatkan Indonesia pada posisi menguntungkan di tengah perubahan rantai pasok global.

Transformasi ini disampaikan dalam Transmigration Executive Dialogue (TED) bertajuk 'Dari Transmigrasi Menuju Transformasi Regional yang Produktif' di Jakarta. Prof. Başkaya menekankan bahwa investasi di kawasan transmigrasi harus menciptakan nilai tambah nyata bagi masyarakat, termasuk peningkatan keterampilan, dukungan bagi usaha lokal, dan integrasi dengan industri serta pasar yang lebih luas. Kawasan transmigrasi perlu dilengkapi dengan pusat pengolahan hasil bumi, jaringan logistik, fasilitas modern, akses pembiayaan, dan ekosistem inovasi agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah tetapi juga mendapatkan manfaat dari proses produksi.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa pembangunan kegiatan ekonomi harus mendahului perpindahan penduduk. Masyarakat akan tiba dan menetap secara sukarela ketika kawasan menawarkan pekerjaan, infrastruktur, dan prospek hidup yang layak. Lima program unggulan Kementrans — Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusantara, dan Trans Gotong Royong — mendukung pembangunan ekosistem ekonomi yang menghubungkan masyarakat, lahan, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, industri, dan pasar. Keberhasilan transmigrasi kini diukur dari nilai tambah yang tercipta, pekerjaan produktif, peningkatan pendapatan warga, dan pertumbuhan usaha lokal yang berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait