Meski Tipis, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Dirasakan di Kota Tasikmalaya Hari Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

HUJAN abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mengguyur wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin (7/9/2026). Fenomena ini terpantau sejak pagi hari dan mulai menyelimuti kendaraan serta pemukiman warga. Salah satu titik yang terdampak cukup jelas berada di Perumahan Pondok Indihiang Permai, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang. Sebagian kendaraan yang terparkir di halaman rumah warga tampak tertutup lapisan abu tipis sejak pukul 04.30 WIB. Dony Setyo Nugroho, seorang pegawai bagian Ekonomi dan SDA Kota Tasikmalaya, mengungkapkan keterkejutannya saat mendapati mobilnya dipenuhi abu vulkanik. Menurutnya, sebaran abu ini sebelumnya telah dilaporkan terjadi di beberapa daerah lain, termasuk Bandung. Ketebalan abu di Tasikmalaya saat ini masih relatif tipis dibandingkan daerah lain karena dipengaruhi oleh arah dan kekuatan angin. Ia mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.19
3 Kabupaten Paling Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Daftarnya
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.33
Waka Komisi IX DPR Minta Harga Masker Tak Naik Berlipat Imbas Abu Vulkanik
Detik.com · 6 September 2026 pukul 15.02
Jangan Salah Pakai Masker Saat Ada Abu Vulkanik
Detik.com · 6 September 2026 pukul 13.24
Menkes Ungkap 3 Bahaya Abu Anak Krakatau: Kalau Bisa Jangan Keluar Rumah
Berita terkait
Cegah Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siswa di Bandung Barat Wajib Masker
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.02
FOTO: Antusias Warga Membeli Masker Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.49
Abu Vulkanik Masih Terdeteksi di DKI, Pramono Perpanjang PJJ Satu Hari
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.18
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Purwakarta, OPD Diminta Siaga 24 Jam
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.48