Microsoft Rilis Kode Etik Pengembangan AI tak Boleh Lampaui Manusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Microsoft merilis kode etik pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah model AI-nya berperilaku menyimpang seperti meretas sistem atau menipu manusia. Kode etik ini menjadi panduan bagi Microsoft dalam mendekati keamanan AI dan implementasinya dalam praktik. CEO Anthropic Dario Amodei mendukung langkah ini dengan mendorong pengembang AI tingkat lanjut untuk memperlambat inovasi guna mencegah risiko yang belum dipahami.
Dokumen kode etik menyatakan bahwa AI harus mendukung manusia, bukan menggantikannya, dan mempercepat kemajuan manusia. Microsoft menetapkan batasan ketat, seperti melarang AI terlibat dalam serangan siber, penggunaan senjata nuklir, atau pembuatan deepfake. Model AI Microsoft dilarang menggunakan mekanisme seperti penipuan, adaptasi, atau kolusi untuk menghindari pengawasan manusia.
Microsoft bersama perusahaan lain seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI juga mendukung pengembangan evaluator terintegrasi di laboratorium AI. CEO Microsoft Satya Nadella menyatakan dukungan terhadap riset dan pengaturan kecepatan yang cermat untuk mencapai keselarasan yang tepat dalam pengembangan AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.15
China Tolak Seruan Bos Teknologi AS untuk Perlambat Pengembangan AI
Berita terkait
Bos OpenAI Sam Altman Yakin Industri AI Mampu Atur Keamanan Secara Mandiri
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 07.35
Sam Altman Peringatkan Bahaya AI: Kemajuan Pesat Dapat Berakhir Buruk
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.33
Trump Anggap Kekhawatiran soal Bahaya AI Berlebihan
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 01.00
Peneliti Sebut AI Akan Bunuh Semua Manusia, Kok Bisa?
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 17.30