Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Microsoft Rilis Kode Etik Pengembangan AI tak Boleh Lampaui Manusia

Microsoft merilis kode etik pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah model AI-nya berperilaku menyimpang seperti meretas sistem atau menipu manusia. Kode etik ini menjadi panduan bagi Microsoft dalam mendekati keamanan AI dan implementasinya dalam praktik. CEO Anthropic Dario Amodei mendukung langkah ini dengan mendorong pengembang AI tingkat lanjut untuk memperlambat inovasi guna mencegah risiko yang belum dipahami.

Dokumen kode etik menyatakan bahwa AI harus mendukung manusia, bukan menggantikannya, dan mempercepat kemajuan manusia. Microsoft menetapkan batasan ketat, seperti melarang AI terlibat dalam serangan siber, penggunaan senjata nuklir, atau pembuatan deepfake. Model AI Microsoft dilarang menggunakan mekanisme seperti penipuan, adaptasi, atau kolusi untuk menghindari pengawasan manusia.

Microsoft bersama perusahaan lain seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI juga mendukung pengembangan evaluator terintegrasi di laboratorium AI. CEO Microsoft Satya Nadella menyatakan dukungan terhadap riset dan pengaturan kecepatan yang cermat untuk mencapai keselarasan yang tepat dalam pengembangan AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait