China Tolak Seruan Bos Teknologi AS untuk Perlambat Pengembangan AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menolak seruan para eksekutif Amerika Serikat untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan menganggapnya sebagai upaya menyebarkan ketakutan. Menurut Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, negara ini lebih memprioritaskan kerja sama terbuka dalam mengelola AI global. Sementara itu, para pemimpin perusahaan AI AS seperti Dario Amodei (Anthropic), Sam Altman (OpenAI), dan Elon Musk (Tesla) menyerukan perlambatan karena risiko keamanan yang ditimbulkan perkembangan pesat teknologi tersebut. China menekankan pentingnya mempercepat sistem pencegahan risiko keamanan AI, sekaligus menegaskan bahwa AI menjadi arena kompetisi strategis global. Presiden AS Donald Trump juga menolak seruan tersebut, mengutamakan keunggulan teknologi AS di atas China. Pada KTT BRICS, Presiden China Xi Jinping berkomitmen memimpin inisiatif kolaborasi AI bagi negara berkembang. Meski begitu, model AI China makin diminati di Barat akibat kemampuannya yang meningkat. Estimasi menyebut model AI China hanya 6-9 bulan di belakang AI AS, sehingga perlambatan pengembangan AS dapat memberi keuntungan strategis bagi China.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.30
China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 13.05
Cara edit foto jadi gaya 80-an di ChatGPT, ini promptnya
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 12.07
Jika AI Makin Hebat, Jangan Biarkan Air Bersih Sekarat
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 11.28
Laju AI Mau Diperlambat, Saham Nvidia Cs Kompak Berguguran
Berita terkait
Kenapa Raksasa Teknologi AS Dukung Model AI Open Source ala China?
CNN Indonesia · 26 Juli 2026 pukul 18.15
Peneliti Anthropic: 10 Persen Peluang AI Dapat Bunuh Manusia dalam Sedekade
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.56
Amerika dan China Makin Panas Jelang Trump Ketemu Xi Jinping
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.10
Rombongan Taipan China Mau Serbu Gedung Putih, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.20