Minat Belajar Bahasa Indonesia Warga Vietnam Meningkat, Perkuat Hubungan Dua Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Minat masyarakat Vietnam untuk belajar Bahasa Indonesia terus meningkat, memperkuat hubungan antar masyarakat Indonesia-Vietnam. Pada 2026, program BIPA diselenggarakan di tiga lokasi di Hanoi: Hanoi University (450 pendaftar), University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Hanoi, serta KBRI Hanoi (lebih dari 200 pendaftar). Dalam total, sekitar 700 orang mendaftar dengan 300 peserta aktif mengikuti kelas selama September-November 2026.
Program BIPA tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memberi pemahaman budaya Indonesia. Meningkatnya minat ini terkait perkembangan hubungan bilateral yang mencakup perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan. Hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2025 dengan Rencana Aksi 2026-2030.
Kemampuan Bahasa Indonesia dianggap nilai tambah bagi Vietnam dalam bisnis, pariwisata, diplomasi, pendidikan, penerjemahan, media, dan kerja sama internasional. Program merupakan upaya KBRI untuk memperkuat kerja sama pendidikan, pertukaran budaya, serta hubungan antar kampus dan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Menyoal Arah Ekologi Bahasa Kita
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 05.15
dr. Tirta Kembali Kuliah S2 di UGM, Ungkap Alasan Kejar Gelar MPH
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 15.30
Vietnam Tunda Proyek Jumbo Kereta Cepat Hanoi-Ho Chi Minh Senilai USD 67 Miliar
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.16
KBM di Kota Depok Normal Kembali Hari Ini, Disdik Imbau Penggunaan Masker di Luar Kelas
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 15.00