Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Mineral di Dalam Bumi ternyata Bisa Menyimpan Air, Ini Temuan Terbarunya

Penelitian terbaru yang diterbitkan di Nature Geoscience pada 8 September 2026 mengungkapkan bahwa dua jenis mineral besi oksihidroksida, Fe₅O₁₂Hₚ dan Fe₇O₁₂Hₚ, dapat membentuk di kondisi tekanan dan suhu tinggi di bagian paling bawah mantel Bumi. Melalui eksperimen simulasi, para peneliti menemukan bahwa kedua mineral ini memiliki struktur padat yang mampu menyimpan hidrogen berasal dari air, berpotensi menjadi reservoir bagi air purba maupun air yang masuk kembali ke interior Bumi melalui proses geologi jangka panjang.

Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya tentang kemampuan mineral lain seperti ringwoodite, wadsleyite, dan bridgmanite dalam menyimpan air. Ringwoodite yang ditemukan dalam berlian dari kedalaman 410 hingga 660 kilometer di bawah permukaan dapat mengandung air hingga 1,3% beratnya. Wadsleyite diperkirakan dapat menyimpan hingga 3,3% berat air. Namun, bridgmanite di mantel bawah justru memiliki kandungan air yang sangat rendah, kurang dari 40–70 bagian per juta (ppm).

Air yang tersimpan dalam mineral ini tidak berupa air cair seperti di permukaan, melainkan hidrogen atau gugus hidroksil yang terikat secara kimiawi dalam struktur kristal akibat tekanan ekstrem. Distribusi air di interior Bumi sangat tidak merata dan kompleks, yang memengaruhi dinamika planet seperti pelelehan batuan, aktivitas mantel, dan pergerakan lempeng tektonik. Memahami sistem ini penting untuk mempelajari bagaimana air masuk, berpindah, dan kemungkinan kembali dilepaskan ke permukaan dalam skala waktu geologis jutaan tahun.

Berita terkait