Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Misteri di Gugus Chandelier: Potret Terbaru Teleskop Hubble Ungkap Kejanggalan Bintang Kuno Bima Sakti

Teleskop Hubble berhasil memotret Gugus Chandelier (NGC 6723), sebuah kumpulan bintang yang terletak sekitar 27.000 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Sagittarius. Gugus bola ini termasuk salah satu objek tertua di galaksi Bima Sakti, dengan usia bintang di dalamnya mencapai lebih dari 10 miliar tahun, bahkan mendekati usia alam semesta sebesar 13,8 miliar tahun. Sebagai bagian dari lingkaran luar (halo) galaksi, Gugus Chandelier merupakan salah satu dari sekitar 150 gugus bola yang mengorbit di sekitar Bima Sakti.

Citra terbaru dari Hubble mengungkapkan kejangkalan dalam struktur Gugus Chandelier. Berbeda dengan teori konvensionil yang mengasumsikan seluruh bintang lahir secara bersamaan, potret NGC 6723 menunjukkan adanya perbedaan warna dan distribusi yang signifikan. Bintang berwarna biru terang mendominasi pusat gugus yang padat, sementara bintang oranye lebih banyak tersebar di bagian luar. Analisis kimiawi juga mengonfirmasi adanya dua era pembentukan bintang terpisah, dengan gelombang kelahiran kedua terjadi sekitar 634 juta tahun setelah gelombang pertama.

Temuan ini memicu pertanyaan besar bagi para astronom mengenai bagaimana gugus bola kuno ini bisa melahirkan generasi bintang baru jauh setelah pembentukannya. Para ilmuwan memiliki dua teori utama: pertama, gugus bola terbentuk dari awan gas raksasa yang runtuh bertahap di masa awal alam semesta; kedua, gugus bola seperti NGC 6723 mungkin merupakan sisa-sisa inti galaksi kerdil purba yang bintang luar-nya terkikis oleh gravitasi Bima Sakti. Potret ini memberikan bukti penting untuk memahami evolusi galaksi Bima Sakti.

Berita terkait