Teleskop Hubble Temukan Bukti Tabrakan Purba yang Mengubah Galaksi Bima Sakti
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Observasi menggunakan Teleskop Antariksa Hubble mengungkap bukti baru tentang sejarah pembentukan Galaksi Bima Sakti. Para astronom menemukan bahwa galaksi tempat tinggal manusia ini pernah bertabrakan dan bergabung dengan galaksi katai bernama LKH (Low-energy–Kraken–Heracles) sekitar 11,8 miliar tahun lalu, atau ketika Bima Sakti baru berusia dua miliar tahun setelah peristiwa Big Bang.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada 17 Agustus, tim peneliti berhasil mengidentifikasi populasi gugus bintang bola yang berasal dari galaksi LKH. Berkat resolusi tinggi teleskop Hubble dan data dari misi Gaia, mereka dapat mengukur usia dan kandungan logam gugus-gugus tersebut dengan presisi tinggi, sekaligus membedakannya dari populasi bintang lokal Bima Sakti maupun galaksi Gaia-Sausage-Enceladus yang menabrak Bima Sakti sekitar 10 miliar tahun lalu.
Berdasarkan analisis, galaksi LKH diperkirakan memiliki massa total setara 500 juta kali massa matahari. Meski tergolong kecil, kontribusi materi tersebut sangat signifikan bagi pembentukan Bima Sakti muda. Penemuan ini mengubah pemahaman bahwa fase awal evolusi galaksi kita hanya ditentukan oleh bintang yang lahir secara lokal, karena bintang dari galaksi eksternal juga turut berperan penting.
Bagikan
Berita terkait
Misteri di Gugus Chandelier: Potret Terbaru Teleskop Hubble Ungkap Kejanggalan Bintang Kuno Bima Sakti
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 10.30
Penemuan Cloud 9: Para Astronom Berhasil Menemukan Galaksi Tanpa Bintang Pertama?
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 10.00
Iseng Cek Foto Lama Hubble, Astronom Temukan Rahasia Materi Gelap Universe
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.00
Kolaborasi Teleskop Hubble dan James Webb Tangkap Foto 'Galaksi Mata Hitam' M64
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.00