Mobil Listrik China Murah Makin Marak, LCGC Masih Punya Masa Depan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar mobil murah di Indonesia kini semakin kompetitif dengan masuknya mobil listrik dan kendaraan China yang menawarkan harga kompetitif serta fitur lengkap. Meski demikian, segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih memiliki peluang, terutama untuk first-time buyer yang cukup banyak di Indonesia. Menurut Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, strategi kredit yang lebih ringan dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan menjadi kunci untuk menjaga permintaan LCGC tetap kuat di tengah daya beli yang menantang.
Daihatsu menunjukkan penjualan LCGC tidak merata. Model Sigra tetap stabil dengan penjualan sekitar 2.700 hingga 3.000 unit per bulan, sementara Daihatsu Ayla mengalami penurunan penjualan dari sekitar 1.000 unit menjadi 800 unit per bulan. Rokky Irvayandi dari PT Astra Daihatsu Motor menyatakan bahwa penurunan ini lebih terasa pada LCGC hatchback berukuran kecil.
Daya beli masyarakat dan ketatnya aturan pembiayaan kredit menjadi faktor utama yang memengaruhi permintaan LCGC. Lembaga keuangan kini lebih selektif dalam menyetujui kredit, terutama untuk konsumen di segmen bawah, sehingga menambah tekanan pada penjualan kendaraan murah di pasar Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Perjalanan Xiaomi Auto: dari Beijing, ke Eropa, Menuju Indonesia
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 13.00
Gelly Battleship 700 Siap Kasih Paham Merek China Lain
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 09.58
Hongqi Ingin Jadi Lexus, tapi di Kampungnya Sedang Terjun Bebas
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 17.32
Hyundai Ioniq V Akan Dilepas dengan Harga Rp 300 Jutaan, Wow!
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 10.43