Mobil Listrik Divonis Berumur Pendek, Korsel Siapkan Rumus Baterai Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ilmuwan Korea mengembangkan teknik fabrikasi mikro yang diadaptasi dari industri semikonduktor untuk meningkatkan permukaan pengumpul arus tembaga pada baterai anoda kendaraan listrik. Teknik ini memungkinkan distribusi lithium yang lebih merata selama pengisian daya, sehingga mengurangi pembentukan dendrit yang menyebabkan degradasi baterai. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari KAIST, Kyungpook National University, dan National NanoFab Center of Korea, serta diterbitkan dalam jurnal Advanced Functional Materials.
Pendekatan baterai tanpa anoda menjadi solusi menjanjikan untuk meningkatkan kepadatan energi dengan menghilangkan material grafit tradisional. Desain ini memungkinkan lithium untuk mengendap langsung ke lapisan tipis tembaga, mengurangi berat dan menghemat ruang sehingga meningkatkan kapasitas energi. Namun, tantangan utama tetap pada daya tahan baterai karena lithium cenderung menumpuk tidak merata dan membentuk dendrit selama siklus pengisian berulang.
Teknik mikrofabrikasi ini berpotensi memecahkan masalah dendrit dengan menciptakan permukaan tembaga yang lebih optimal untuk deposit lithium yang merata. Jika berhasil dikembangkan secara komersial, inovasi ini dapat memperpanjang umur baterai kendaraan listrik secara signifikan dibandingkan teknologi saat ini.
Bagikan
Berita terkait
Energi Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan Baru, Indonesia Bangun Ekosistem Industri Rendah Karbon
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.00
Avenged Sevenfold Segera Konser di Jakarta, Isyana Sarasvati dan St. Loco Jadi Pembuka
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 07.07
Inspirasi di Balik Seragam Upacara Baru TNI
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 07.06
Koordinator BEM UI Dikeroyok di Tebet Jaksel, Polisi Turun Tangan
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 07.04