Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Mobil Listrik Makin Laku Keras, Industri Komponen RI Terancam Punah?

Industri komponen otomotif Indonesia menghadapi tekanan akibat peningkatan penetrasi mobil listrik, namun tidak akan kehilangan pasar secara instan. Menurut Yusak Kristian Solaeman, Ketua Umum GIAMM dan Presiden Direksi Astra Otoparts, jumlah komponen pada kendaraan listrik (BEV) jauh lebih sedikit dibanding kendaraan bensin (ICE), namun transisi ini akan berlangsung bertahap. Penjualan mobil listrik murni (BEV) tumbuh signifikan 24,63% dari Juli ke Agustus 2026, mencapai 17.413 unit, sementara penjualan mobil bensin turun 4,34% menjadi 54.683 unit. Namun, pasar penggantian (replacement market) tetap menjadi sumber permintaan komponen yang besar karena populasi kendaraan yang sudah beroperasi diperkirakan akan bertahan hingga dua dekade ke depan. Kehadiran mobil hibrida dan plug-in hybrid juga memastikan sebagian komponen tetap relevan. Industri diharapkan dapat beradaptasi dengan meningkatkan daya saing global, sementara pameran Automechanika Jakarta (24-27 September 2026) akan menjadi ajang untuk memajukan solusi komponen dan aftermarket.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait