Mobil Listrik Makin Laku Keras, Industri Komponen RI Terancam Punah?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri komponen otomotif Indonesia menghadapi tekanan akibat peningkatan penetrasi mobil listrik, namun tidak akan kehilangan pasar secara instan. Menurut Yusak Kristian Solaeman, Ketua Umum GIAMM dan Presiden Direksi Astra Otoparts, jumlah komponen pada kendaraan listrik (BEV) jauh lebih sedikit dibanding kendaraan bensin (ICE), namun transisi ini akan berlangsung bertahap. Penjualan mobil listrik murni (BEV) tumbuh signifikan 24,63% dari Juli ke Agustus 2026, mencapai 17.413 unit, sementara penjualan mobil bensin turun 4,34% menjadi 54.683 unit. Namun, pasar penggantian (replacement market) tetap menjadi sumber permintaan komponen yang besar karena populasi kendaraan yang sudah beroperasi diperkirakan akan bertahan hingga dua dekade ke depan. Kehadiran mobil hibrida dan plug-in hybrid juga memastikan sebagian komponen tetap relevan. Industri diharapkan dapat beradaptasi dengan meningkatkan daya saing global, sementara pameran Automechanika Jakarta (24-27 September 2026) akan menjadi ajang untuk memajukan solusi komponen dan aftermarket.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 11.29
Astra Otoparts: Industri Komponen RI Siap Pasok Kendaraan Hybrid dan Listrik
Berita terkait
International Battery Summit 2026 Mendorong Percepatan Transisi Energi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 00.47
Bos Wuling Blak-blakan Soal Tantangan TKDN Mobil Listrik di RI
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 18.45
iCAR V23 Varian Tertinggi Jadi Buruan Konsumen
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 18.44
Land Cruiser Terkuat Sepanjang Sejarah Lahir: Mobil Tjakrabirawa, Mobil Presiden, Kini Mobil Hybrid
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 17.59