Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana Lebih Hemat dan Kuat Dipakai 10 Tahun?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membandingkan biaya dan ketahanan mobil listrik (EV) versus mobil bensin (ICE) untuk penggunaan 10 tahun di Indonesia. Dari sisi biaya operasional, mobil listrik lebih hemat karena pengisian daya listrik jauh lebih murah dibandingkan BBM, sehingga akumulasi penghematan energi bisa mencapai ratusan juta Rupiah dalam 10 tahun. Biaya perawatan rutin EV juga lebih rendah, sekitar 50% lebih murah dibandingkan mobil bensin yang perlu ganti oli, filter, dan busi secara berkala (Rp20-40 juta dalam 10 tahun). Namun, mobil listrik menghadapi risiko degradasi baterai; meskipun garansi baterai rata-rata 8 tahun, penggantian setelah masa garansi bisa memakan biaya hingga 40-50% dari harga mobil baru. Mobil bensin dianggap lebih tahan lama dengan perbaikan besar yang biaya terukur, meski memiliki ribuan komponen bergerak yang kompleks.
Untuk pengguna dengan mobilitas tinggi (>50 km/hari), mobil listrik lebih ekonomis dalam 10 tahun. Namun, ada risiko penurunan nilai jual kembali akibat perkembangan teknologi baterai yang cepat. Sebaliknya, bagi pengguna jarak pendek yang mengutamakan ketenangan pikiran terhadap daya tahan komponen, mobil bensin tetap menjadi pilihan yang lebih aman secara psikologis. Data biaya dapat bervariasi tergantung kebijakan pemerintah seperti subsidi energi dan pajak kendaraan. Konsumen pembeli kendaraan energi baru (NEV) juga bisa mendapatkan subsidi hingga 12% dari harga mobil, maksimal Rp47,7 juta.
Bagikan
Berita terkait
"Taksi Hijau" Vietnam Siap Serbu AS-Eropa, Bidik IPO Rp354 Triliun
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.20
BYD Mulai Produksi Mobil di Subang, Bidik Penjualan 200.000 Unit
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.49
BYD Resmikan Pabrik Mobil Listrik Terbesar di Subang
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 12.02
Sebut Honda Super One Mahal, Menkeu Purbaya Malah Beli Xpeng X9 Rp 1,2 Miliar
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.56