"Taksi Hijau" Vietnam Siap Serbu AS-Eropa, Bidik IPO Rp354 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan taksi listrik Vietnam yang dimiliki CEO VinFast Pham Nhat Vuong, siap memperluas operasi ke Amerika Serikat, Swedia, dan Belanda hingga akhir 2026. Ekspansi ini menjadi langkah persiapan IPO di Hong Kong pada 2028 dengan target valuasi sekitar US$20 miliar (Rp354 triliun). GSM akan menyalurkan armada milik perusahaan di pasar baru, mengandalkan 1 juta mobil VinFast sepanjang 2026-2030. Model bisnis GSM mengerjakan 40% armaan di Vietnam dengan kendaraan milik perusahaan, kemudian beralih ke model hibrida di luar negeri. Ekspansi dinilai risiko tinggi karena ketergantungan pada pendanaan eksternal untuk armada milik.
Bagikan
Berita terkait
VinFast Pamerkan 5 Mobil Listrik di GIIAS Surabaya, Ada VF MPV 7 hingga Limo Green
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 22.05
Penjualan VinFast Masih Terpusat di Jabodetabek, Ekspansi ke Daerah Jadi Tantangan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.47
Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana Lebih Hemat dan Kuat Dipakai 10 Tahun?
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.50
BYD Mulai Produksi Mobil di Subang, Bidik Penjualan 200.000 Unit
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.49