MRT Jakarta Bidik Sumber Pendapatan Baru untuk Kurangi Subsidi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198274/original/006305900_1666263447-Peningkatan_penggunan_jasa_transportasi_umum-ANGGA_3.jpg)
PT MRT Jakarta berupaya meningkatkan pendapatan dari sumber non-farebox di luar penjualan tiket untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah. Saat ini, pendapatan berasal dari tiga sumber: ticketing (termasuk subsidi dan farebox), dan non-farebox dengan porsi yang hampir sama. Perusahaan berencana mengembangkan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun untuk memperluas pendapatan non-farebox. Aset yang akan dimonetisasi tidak hanya ruang di dalam stasiun, tetapi juga di luar stasiun. Tiga kawasan yang ditargetkan adalah Blok M, Dukuh Atas, dan Lebak Bulus. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung pendapatan MRT Jakarta serta mengurangi kebutuhan subsidi di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 10.38
MRT Beber 10 Proyek Baru untuk Ubah Kawasan Jakarta, Mana Saja?
kumparan · 25 September 2026 pukul 03.30
Kejutan Besar-besaran, MRT Jakarta Siapkan Revitalisasi Ultimate Blok M Hub
Berita terkait
MRT Jakarta Siapkan 7 Proyek di 6 Lokasi TOD
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 18.00
Blok M, Kota Tua, dan Misi MRT Hidupkan Sudut-sudut Jakarta
Detik.com · 16 September 2026 pukul 23.22
Dari Stasiun ke Pusat Aktivitas: MRT Bentuk Ruang Kota Baru
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 17.42
Akses MRT Koridor Timur-Barat Mulai Dibidik Pengembang
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.07