Muktamar ke-35 NU, Gus Faris Buntet: Pimpinan PBNU Saat Ini Sebaiknya Tak Dicalonkan Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH Faris Fuad Hasyim (Gus Faris), Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah, Buntut, Cirebon, menilai konflik di tubuh PBNU akibat pengelolaan organisasi yang terlalu mengandalkan pendekatan struktural. Ia menyampaikan hal tersebut dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU di Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026). Konflik tersebut terjadi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Gus Faris menyoroti fenomena saling memberhentikan pengurus yang menurutnya belum pernah terjadi dalam sejarah NU. Rais Aam memberhentikan Gus Yahya, sementara Gus Yahya memberhentikan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU. Keduanya menggunakan pendekatan administratif berdasarkan aturan organisasi. Menurut Gus Faris, dampak konflik ini meluas hingga menjelang Muktamar dan forum organisasi lainnya.
Bagikan
Berita terkait
Menjelang Muktamar Ke-35 NU, Ustaz Taufik Suprapto dari Bekasi Puji Rekam Jejak Kiai Marsudi Syuhud
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.39
Gus Yahya tekankan pemikiran Mbah Wahab hadapi perubahan dunia
ANTARA News · 16 Agustus 2026 pukul 13.11
Eksklusif, Cendekiawan NU Ngatawi Al-Zastrouw: Membaca Riak-riak Jelang Muktamar ke-35 NU
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 10.00
Mbah Wahab, Wali Peradaban dan Napas Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 18.28