Musim Kemarau, Damkar Bandung Barat Terkendala Armada dan Sumber Air
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Damkar Kabupaten Bandung Barat menghadapi kesulitan serius dalam penanganan kebakaran selama musim kemarau yang diperparah El Nino. Dinas hanya memiliki 10 unit kendaraan operasional, terdiri dari 9 unit mobil pemadam dan 1 unit rescue, yang tersebar untuk melayani 16 kecamatan. Mayoritas armada berusia di atas 10 tahun, dengan unit terbaru tahun 2025 dan 2021. Kepala Dinas Siti Aminah menyatakan bahwa idealnya setiap kecamatan harus memiliki 2 unit, sehingga kekurangan signifikan. Akibatnya, waktu respons penanganan kebakaran menjadi lambat, terutama di wilayah jauh dari pos pemadam yang baru ada 7 unit di 16 kecamatan.
Sumber air juga menjadi masalah kritis. Sejumlah sumber air di wilayah mengering akibat kemarau panjang, sehingga petugas kesulitan mendapatkan pasokan air untuk pemadaman. Dalam kondisi darurat, petugas terpaksa menggunakan air dari salokan atau sumber alternatif lainnya. Siti menekankan pentingnya adanya sumber air mandiri di setiap desa untuk mendukung penanganan kebakaran dan kebutuhan air bersih warga.
Pada tingkat nasional, BNPB mencatat hingga 9 Agustus 2026, luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 48.889,69 hektare. Fenomena ini juga mempengaruhi penerbangan, seperti di Bandara Sultan Thaha Kota Jambi yang terhalang kabut asap. BNPB meminta negara tetangga tidak saling menyalahkan terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan.
Bagikan
Berita terkait
Daftar 10 Wilayah Terpanas Indonesia Agustus 2026 Menurut BMKG
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.15
Kasus Kebakaran di Bandung Barat Capai 143 Kejadian
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.51
BMKG Ungkap Sampai Kapan Musim Kemarau di Indonesia
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 07.45
Kebakaran Lahan di Sulsel Hanguskan 22 Hektare dalam Sehari, Enrekang Terparah
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.30