Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nadia Murad, Eks Budak Seks ISIS Sulit Cari Keadilan Meski Sudah 12 Tahun Berlalu

Sudah 12 tahun setelah milisi Islamic State (ISIS) melakukan genosida terhadap komunitas Yazidi di Irak, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Nadia Murad Basee mengatakan keadilan masih sangat sulit dicapai. Pada tahun 2014, para milisi ISIS merebut sebagian wilayah Irak dan Suriah, termasuk tanah leluhur Yazidi di Sinjar, tempat ribuan pria dibunuh dan perempuan serta anak perempuan dijadikan budak seks. PBB mengonfirmasi bahwa tindakan ini merupakan genosida terhadap minoritas agama berbahasa Kurdi.

Murad, yang pernah menjadi korban perbudakan seksual oleh ISIS dan kini menjadi advokat bagi para penyintas Yazidi, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Jenewa pada 31 Juli 2026. Ia menekankan bahwa setelah selamat, banyak korban memutuskan untuk menggunakan suara mereka guna memperjuangkan keadilan. Namun, hingga saat ini, banyak yang masih memiliki anggota keluarga yang ditawan, dan orang-orang terkasih yang terbunuh belum diidentifikasi serta dikembalikan kepada keluarga.

Berita terkait