NASA Rilis Citra Satelit Kabut Asap Karhutla di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NASA melalui Earth Observatory merilis citra satelit Aqua tanggal 1 September 2026 yang menampilkan kabut asap tebal menutupi sebagian wilayah Indonesia dan Malaysia. Instrumen MODIS pada satelit tersebut mendeteksi anomali termal yang menandakan kebakaran aktif di berbagai lokasi. Citra ini diunggah pada Kamis, 3 September. Indonesia sedang mengalami kekeringan parah yang diperparah oleh El Niño, mirip kondisi pada 2015. Sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut tropis yang membara perlahan di permukaan maupun di bawah tanah. Kebakaran gambut ini sulit dipadamkan dan menghasilkan polusi udara lebih tinggi dibandingkan kebakaran hutan biasa, termasuk partikel halus, sulfur dioksida, dan gas rumah kaca. Robert Field dari Columbia University menjelaskan bahwa api di bawah tanah tidak akan berhenti hingga hujan musim datang pada Oktober atau November.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 2 September 2026 pukul 11.40
Puncak Kemarau hingga September, Pemprov DKI Siagakan 1.027 Personel dan 29 Mobil Tangki
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.30
240 Kebakaran Sepanjang Agustus, Jakbar dan Jaktim Paling Rawan
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.50
457 Kebakaran Landa Jakarta Selama Juli-Agustus, Korsleting Listrik Jadi Penyebab Dominan
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.45
El Nino Diprediksi hingga Januari 2027, Jakarta Siaga Kebakaran
Berita terkait
Pramono: 457 Kebakaran Terjadi Selama Juli-Agustus 2026, Jakbar Paling Banyak
kumparan · 2 September 2026 pukul 11.10
El Nino Diprediksi sampai Januari 2027, Pramono Minta Jakarta Siaga
Detik.com · 2 September 2026 pukul 10.37
Gara-gara Karhutla, Emisi Karbon Indonesia Naik 429 Persen
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.30
Belgis Habiba Greenpeace Indonesia: El Nino Bukan Penyebab Kebakaran
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 07.32