Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Negara Ini Krisis Nasional karena HIV, Kasus Melonjak 27%

Fiji menetapkan HIV sebagai krisis nasional setelah kasus baru melonjak 27% pada 2025, dengan total 2.016 orang didiagnosis. Pemerintah memperkirakan satu dari 60 orang dewasa di negara kepulauan Pasifik ini hidup dengan HIV. Lonjakan infeksi ini sebelumnya banyak terkait pengguna narkabu suntik, namun kini penularan semakin meluas ke masyarakat umum. Direktur Eksekif UNAIDS Winnie Byanyima menyampaikan dukungan atas langkah Fiji yang meningkatkan penanganan karena menyadari urgensi situasi. Sebanyak 59 bayi lahir dengan HIV pada 2025, dengan 18 di antaranya meninggal sebelum berusia satu tahun. Pemerintah menyatakan perluasan tes membantu deteksi lebih dini agar pengobatan dapat diberikan lebih cepat.

UNAIDS melaporkan dari sekitar 9.100 orang yang diperkirakan hidup dengan HIV pada 2025, hanya 39% yang mengetahui statusnya dan 22% yang mendapat pengobatan antiretroviral. Analisis jalur penularan menunjukkan lebih dari separuh kasus terkait hubungan seksual, sementara lebih dari 42% berkaitan dengan penggunaan narkabu suntik. Untuk mengurangi risiko, UNAIDS mendukung rencana Fiji memperluas layanan jarum dan alat suntik serta akses pre-exposure prophylaxis (PrEP).

Pemerintah Fiji berencana memperluas akses tes HIV gratis, sukarela, dan rahasia, sekaligus memperkuat layanan pencegahan, harm reduction, dan pengobatan. Subkomite kabinet yang terdiri dari lima menteri dibentuk untuk mengatasi hambatan penanganan epidemi. Diskriminasi terhadap orang hidup dengan HIV dinyatakan ilegal, dan layanan HIV tersedia di seluruh wilayah negara. Meskipun tingkat prevalensi tetap lebih rendah dibanding Afrika (satu dari 35 orang dewasa), lonjakan kasus menunjukkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait