Nekat Sita Aset Rusia Rp5 Ribu Triliun Bisa Picu Perang! Belgia Pasang Badan Tolak Ambisi UE
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Uni Eropa (UE) mengusulkan penyitaan aset Rusia senilai USD300 miliar (setara Rp5.313 triliun) untuk mendanai kembali Ukraina, namun rencana ini menemui penolakan tegas dari Belgia. Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken menyatakan posisi negaranya tidak dapat diganggu gugat dan menilai penyitaan langsung melanggar hukum internasional. Belgia menolak tekanan dari empat negara anggota UE—Swedia, Polandia, Spanyol, dan Belanda—yang berupaya menghidupkan kembali wacana ini.
Belgia memegang peranan kritis karena Euroclear, lembaga kustodian yang berbasis di sana, menyimpan sekitus USD240 miliar dari aset Bank Sentral Rusia yang telah dibekukan sejak 2022. Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever memperingatkan bahwa penyitaan sepihak sama dengan pengumuman perang terbuka terhadap Moskow. Menurutnya, langkah ini berisiko besar bagi stabilitas regional.
Francken memastikan bahwa Belgia tidak akan mengizinkan penyitaan aset tersebut dan meminta negara-negara UE untuk menghentikan desakan terhadap Belgia. Penutupan ini menandai titik jalan buntu bagi ambisi UE dalam menggunakan dana aset Rusia untuk mendukung Ukraina.
Bagikan
Berita terkait
Boikot Gagal, Trump Sambut Rusia di G20 meski Uni Eropa Ngamuk
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 07.24
Aset Rusia Hasilkan Rp 28,9 Triliun, Uni Eropa Kirim Dana ke Ukraina
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 17.40
Wali Kota Leuven Tolak Jadi Tuan Rumah Klub Israel di Liga Europa
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.39
Putin Klaim Rusia Unggul di Perang Ukraina, Sebut Kepemimpinan Kyiv Teroris
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 08.17