Nestapa Warga Meruya, Pakai Air Harus Gantian dengan Tetangga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga di Jalan Bunga II, RT 004/RW 005, Meruya Selatan, Jakarta Barat, mulai mengalami penurunan debit air sumur sejak akhir Agustus 2026. Sopian (24), salah satu warga, mengatakan debit air berkurang hingga 30-40 persen dibandingkan sebelumnya. Dampaknya, warga harus mengatur giliran penggunaan air dan tidak dapat menyalakan keran secara bersamaan seperti dulu. Waktu pengisian empat ember air pun bertambah dari kurang dari lima menit menjadi 10-15 menit. Sopian menyebut kondisi ini lebih parah dibandingkan musim kemarau sebelumnya pada 2022-2023. Warga masih mengandalkan air sumur karena masih mengalir, namun akan pertimbangkan beralih ke air PAM jika kondisi semakin memburuk. Nenek Aruni (64), warga lain, menambahkan bahwa tiga rumah yang dulu dapat menggunakan air bersamaan kini harus bergiliran. Warga tidak memiliki aturan tertulis, melainkan mengandalkan kebersamaan dan kebutuhan masing-masing. Mereka juga menyesuaikan jadwal mencuci dengan kebutuhan tetangga, terutama keluarga dengan anak sekolah menjadi prioritas. Aruni berharap pemerintah dapat memberikan bantuan jika kondisi kekeringan semakin parah.
Bagikan
Berita terkait
2 Pengacara PT HD Arjuna Mengaku Jadi Korban Kekerasan
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 21.25
Putusan Inkrah, Kementerian ATR/BPN Harus Segera Batalkan HGB Pertamina Lahan 19 Hektare
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 13.01
Kebakaran Rumah di Jelambar Jakbar, 17 Mobil Damkar Dikerahkan
Detik.com · 14 September 2026 pukul 10.13
Kecelakaan Beruntun 4 Kendaraan di Tol Slipi, Dua Orang Tewas
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 01.01