Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Netanyahu Mengancam akan Menyerang Iran saat Popularitasnya Merosot Jelang Pemilu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan menyerang Iran jika negara tersebut menyerang Israel, dalam rapat pemerintah mingguan. Pernyataan ini disampaikan sekitar 50 hari sebelum pemilihan umum Knesset pada 27 Oktober, di tengah penurunan popularitasnya dan Partai Likud dalam jajapendapat. Netanyahu berjanji bahwa jika Iran menyerang, Israel akan memberikan "pukulan yang tidak bisa di bayangkan". Ia juga mengklaim Israel lebih kuat dan musuhnya lebih lemah, serta bersyukur dengan dukungan AS dalam menangkal ancaman nuklir dan rudal balistik dari Iran. Netanyahu menyebut pemerintahan Iran "mendekati ajalnya" dan menegaskan bahwa Tehran menahan diri dari serangan langsung karena takut pada akibatnya.

Ketegangan regional terus meningkat sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu, yang ditanggapi Iran dengan serangan rudal dan drone menargetkan Israel dan kepentingan AS di kawasan. Pada Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dan Qatar untuk mengurangi ketegangan, namun kedua belah pihak saling tuduh tidak memenuhi komitmen. Isu sanksi ekonomi dan navigasi di Selat Hormuz masih menjadi sumber perselisihan. Meskipun upaya damai, ketegangan militer terus berlanjut tanpa solusi nyata yang tercapai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait