Jelang Pemilu Sela, Trump Akan Dapat Banyak Kejutan dari Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Profesor Iran, Mohamad Elmasry, memrediksi Iran akan meningkatkan eskalasi konflik dalam delapan minggu ke depan. Menurut laporan The New York Times, pejabat intelijen AS juga menduga Iran lebih banyak mengambil langkah ofensif daripada defensif. Elmasry menyatakan Iran tidak akan lagi diam dan membiarkan Amerika Serikat mendikte konflik. Penyebabnya, Iran merasa dapat memanfaatkan kelemahan relatif Donald Trump. Iran mengetahui ekonomi AS tidak sanggup menanggung pukulan lebih lanjut, serta Partai Republik tidak bisa membiarkan ketidakstabilan tambahan demi hasil baik pemilu sela. Iran cenderung melakukan eskalasi untuk menyerang Trump di titik paling menyakitkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 06.00
Trump Mau Lumpuhkan Pusat Minyak Iran, 3 Kapal Tanker Langsung Dibom
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 18.33
Intelijen AS: Iran Berencana Eskalasi Perang Jelang Pemilu Paruh Waktu
Detik.com · 6 September 2026 pukul 16.04
Iran Tangkap Sejumlah Orang yang Kibarkan Bendera Kelompok Oposisi
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 14.00
Trump Mulai Ubah Istilah 'Perang' Iran jadi 'Konflik Militer'
Berita terkait
Eks Dubes AS Peringatkan Potensi Serangan Spektakuler Iran dalam 6 Pekan Mendatang
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 20.36
Iran Cemooh Usulan Trump Ganti Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.39
Klaim Trump Perangi Iran: Kita Lindungi Israel, Timur Tengah dan Eropa
Detik.com · 3 September 2026 pukul 09.57
Berpotensi Kalah di Darat, Trump Disebut Pertimbangkan Serang Iran Pakai Nuklir
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.17