Netanyahu Terancam Tumbang dari Dalam, Muncul Pesaing Baru Yahudi-Arab
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah partai politik baru bernama 'A Place for Us All' yang terdiri dari gabungan Yahudi dan Arab resmi berpartisipasi dalam Pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Partai ini didirikan untuk menarik pemilih muda dan kelompok yang merasa terpinggirkan, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang berhaluan kanan. Kemunculan partai ini merupakan yang pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang Gaza, yang telah memicu ketegangan antara komunitas Yahudi dan Arab di Israel.
Masyarakat Arab yang merupakan seperlima dari populasi Israel sering mengeluhkan diskriminasi yang diperparah di bawah pemerintahan Netanyahu. Partisipasi pemilih Arab yang rendah, hanya 53,2% pada pemilu 2022, menjadi faktor kunci kemenangan Netanyahu. Analis memperingatkan bahwa partai baru ini berisiko memecah suara minoritas karena ambang parlemen sebesar 3,25%, yang bisa mengurangi keterwakilan Arab di Knesset. Namun, pimpinan partai membantah hal tersebut dan menekankan fokus pada merangkul pemilih baru. Pemimpin partai Arab senior mengimbau partai baru ini untuk mempertimbangkan kembali langkah politiknya demi persatuan koalisi.
Bagikan
Berita terkait
Inggris Tak Terima Disebut PM Israel Netanyahu sebagai 'Republik Islam Inggris'
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 06.59
Inggris Kritik Netanyahu Soal Komentar 'Republik Islam Inggris'
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.41
Seperti Wapres AS, Netanyahu Sindir Inggris sebagai 'Republik Islam'
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 23.14
Pertikaian Memanas, PM Israel Netanyahu Sebut Republik Islam Inggris
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 20.33